‘?’…Antara perbedaan, pertanyaan dan keyakinan

by Si Ngoceh

Hai2, apa kabar neh? Ini yang SMA pasti lagi pada pusing sama UN nya. Tak doain biar semuanya lulus dan bisa masuk universitas pilihannya. Tapi kalo udah masuk universitas, jangan jadi tambah ‘kemaki‘ ya. Udah banyak kok mahasiswa-mahasiswa yang cuma jadi preman doank di kampus hehehe

Anyway bukan itu yang mau tak ceritain. Jadi begini ceritanya………….

Alkisah tadi siang sekitar pukul 13.45 disaat anak-anak SMA masih pusing sama UN yang barusan dikerjain, disaat orang-orang kantoran sedang ngantuk-ngantuknya setelah makan siang, saya dan si yayang nonton sebuah film Indonesia terbaru karya Hanung Bramantyo yang menurut burung berkicau memiliki rating bagus.

Film ini berjudul ‘?‘. Berikut ini poster dan resensi filmnya :

Keberagaman dan toleransi merupakan dua hal yang saling terkait, terutama jika menyangkut masalah keagamaan dan suku bangsa. Indonesia sebagai negara berpenduduk mayoritas Muslim dengan berbagai macam etnis dan kebudayaan, memiliki banyak kisah perihal toleransi yang menarik untuk diangkat dalam tayangan layar lebar. Hanung Bramantyo sebagai seorang sutradara kawakan tergerak untuk dapat menghadirkan kisah dengan latar belakang perbedaan ini kepada masyarakat Indonesia. Untuk itu Mahaka Pictures dan Dapur Film akan, meluncurkan film tersebut pada 7 April 2011 di bioskop-bioskop Indonesia.

Film ke 14 Hanung Bramantyo ini mengisahkan tentang konflik keluarga dan pertemanan yang terjadi di sebuah area dekat Pasar Baru, dimana terdapat Masjid, Gereja dan Klenteng yang letaknya tidak berjauhan, dan para penganutnya memiliki hubungan satu sama lain.

Dikisahkan bahwa terdapat 3 keluarga dengan latar belakang yang berbeda. Keluarga Tan Kat Sun memiliki restauran masakan Cina yang tidak halal, Keluarga Soleh, dengan masalah Soleh sebagai kepala keluarga yang tidak bekerja namun memiliki istri yang cantik dan soleha, Keluarga Rika, seorang janda dengan seorang anak, yang berhubungan dengan Surya, pemuda yang belum pernah menikah. Hubungan antar keluarga ini dalam kaitannya dengan masalah perbedaan pandangan, status, agama dan suku, akan dipaparkan secara menarik dalam film berdurasi 100 menit.

Sumber : http://filmtandatanya.com/

Pada awalnya saya kira jalan cerita film ini gak beda jauh sama film CIN(T)A yang bahas soal cinta beda agama. Tapi ternyata ceritanya jauh lebih luas daripada itu.
Intinya pada perbedaan agama antara Islam, Katholik dan Budha. Masalah sosial yang benar-benar terjadi di Indonesia, walaupun sekarang sudah lebih membaik dibandingkan jaman dahulu.

Nah sekarang saya mau bercerita sedikit mengenai pengalaman pribadi saya yang kebetulan hidup dengan ketiga agama tersebut.

Saya seorang muslim, walau saya akui bahwa pengetahuan saya tentang Islam masih sangat minim. Saya mempelajari Islam bisa dibilang hanya sebatas kulitnya saja. Dan semuanya itu saya dapatkan bukan dari kedua orang tua karena mereka pun mempunyai kisah masing-masing yang menyebabkan semuanya seperti sekarang ini.

Saya juga bersekolah di sekolah Katholik selama 11 tahun, dengan alasan bahwa sekolah Katholik memiliki tingkat kedisiplinan yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan sekolah negeri atau sekolah swasta Islam di tempat tinggal saya. Selain itu kakek dan nenek dari salah satu orang tua saya beragama Budha serta bersuku Cina. Jadi masih ada beberapa kebudayaan yang saya dan keluarga ikuti setiap tahunnya.

Dulu saya juga sempat bingung dengan keadaan yang seperti itu. Bayangkan saja dalam 1 tahun saya merayakan Idul Fitri, Natal dan Imlek. Apalagi pada masa-masa pemerintahan yang lalu perbedaan agama menjadi permasalahan yang sangat riskan. Bagaiman umat Islam dan Katholik saling membenci, bagaimana orang pribumi yang tidak pernah suka dengan orang-orang Cina. Meskipun belum semua orang tidak memperdulikan perbedaan tersebut, tapi paling tidak saat ini toleransi umat beragama sudah jauh lebih membaik.

Tapi dengan keadaan yang seperti itu, saya juga belajar mengenai perbedaan-perbedaan yang ada. Bahwa Tuhan kita semua hanya satu. Dan yang berbeda hanyalah bagaimana kita memaknai Tuhan yang kita percayai itu.

Ada juga yang bilang bahwa manusia tidak bisa memilih agamanya sendiri karena pada saat seorang bayi lahir, dia sudah diputuskan memeluk agama yang sama dengan kedua orang tuanya. Tapi nantinya setiap manusia berhak untuk menentukan dengan cara apa dia mempercayai Tuhannya.

Saya percaya bahwa semua agama yang benar, yang ada di dunia ini mengajarkan tentang kebaikan. Tidak akan ada hadist, sabda, atau apapun lah namanya yang membenarkan membunuh sesama manusia. Saya memang bukan ahli dalam agama Islam, bahkan bisa dikatakan saya tidak tahu apa-apa. Satu-satunya hal yang saya anggap saya tahu dalam Islam hanyalah membaca Al-Quran. Dan hal itu pun saya akui jarang saya lakukan.

Yang ingin saya sampaikan disini hanyalah pandangan berdasarkan pengalaman pribadi hidup dalam perbedaan agama. Selama ini saya dan keluarga tidak pernah mempermasalahkan tentang kepercayaan satu dengan yang lainnya. Semuanya bisa berjalan dengan harmonis dan memberikan kedamaian. Lalu kenapa mesti ada keributan di luar sana mengenai perbedaan kepercayaan ini?

Jujur saja, saya amat sangat tidak setuju dengan pembunuhan orang lain yang mengatas namakan Jihad. Apakah di Al-Quran di perbolehkan membunuh? Atau tindakan orang-orang Israel di Palestina yang tidak memperdulikan berapa banyak nyawa wanita dan anak-anak melayang. Apakah di Alkitab membunuh orang lain itu dibenarkan?

Sebenarnya apa yang salah dengan semua ini? Saya masih sangat percaya bahwa Islam adalah agama yang paling benar. Ini pendapat murni saya sebagai umat muslim tanpa ingin menjatuhkan atau menghina agama lainnya.

Saya pun berteman dengan siapa saja tanpa memperdulikan agama mereka. Saling menghormati dan menghargai akan menjadi jauh menyenangkan daripada selalu mempermasalahkan perbedaan. Tapi kenapa, mereka-mereka yang pengetahuan agama nya sangat jauh melebihi saya malah melakukan hal-hal yang menurut saya malah menimbulkan perpecahan?

Apa mereka bukan benar-benar umat muslim? Apakah mereka hanyalah kelompok orang yang membuat kerusuhuan dengan maksud dan tujuan tertentu?

Kenapa mesti ada FPI? Kenapa mereka dengan seenaknya saja bertindak atas keputusan mereka sendiri? Apa mereka berhak menghakimi siapa yang masuk surga dan siapa yang masuk neraka? Kenapa pemerintah tidak pernah bertindak tegas dengan kelompok ini? Apakah Islam yang mereka pahami dan Islam yang saya pelajari berbeda? Apakah pengrusakan, brutalitas, pembunuhan dan tindakan-tindakan tidak terpuji lainnya yang dilakukan oleh FPI itu diajarkan dalam Al-Quran dan Hadists?

Banyak sekali hal yang tidak saya mengerti dan saya tidak tahu harus bertanya kemana. Pernah ada seseorang yang bilang kepada saya, seseorang yang pengetahuannya tanggung tentang Islam justru akan mudah dipengaruhi. Lalu kemudian saya kembali berpikiri, harus bertanya kemanakah saya untuk mempelajari Islam secara lengkap dan benar? Saya menjadi takut untuk mempelajari Islam lebih mendalam karena takut mendapatkan ilmu yang salah. Apalagi dengan banyaknya aliran-aliran dalam Islam yang masing-masing bersikeras terhadap alirannya.

Dan pada akhirnya inilah saya, dengan sedikit pengetahuan saya mengenai Islam, Katholik dan Budha. Berbagai pertanyaan yang hadir dalam benak saya mungkin adalah proses pencarian kebenaran yang saya percayai nantinya. Saya juga berpendapat bahwa lingkungan akan sangat berpengaruh, bagaimana kita bisa percaya pada sesuatu ketika orang-orang yang mempercayai hal yang sama itu bertindak anarkis atau tidak berperikemanusiaan.

Semoga nantinya semua bisa berdamai, berjalan beriringan. Saling menghormati dan hidup dalam sebuah harmoni. Insya Allah keyakinan saya tidak berubah tetapi semakin kuat dan bisa menjadi lebih baik tanpa fanatisme yang berlebihan. Amin

Advertisement